Jumat, 23 Maret 2012

Makalah Sintaksis "Jenis-Jenis Frasa"

MAKALAH SINTAKSIS


Nama : Alif Andita

NIM : 0920717002

Prodi : PBSI

PROGAM PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

STKIP PGRI PACITAN

Jln. Cut Nyak Dien 4A Ploso Pacitan


BAB I

PENDAHULUAN

A. Kata Pengantar

Dalam dunia kebahasaan kita mempelajari beberapa macam ilmu yang sangat penting. Dari beberapa cabang ilmu tersebut kita mengenal dengan salah cabang ilmu yang disebut sintaksis. Secara etimologi, sintaksis berasal dari bahas Yunani yaitu sun ‘dengan’ dan tattein ‘bersama-sama, menempatkan’. Dari kata yang telah disebutkan, maka kita dapat mengambil suatu pengertian tentang sintaksis yaitu suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang penempatan secara bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat dan kelompokkelompok kata menjadi kalimat atau dengan kata lain sintaksis adalah suatu cabang ilmu dalam kebahasaan yang mempelajari tentang bagaimana menyusun suatu kelompok kata menjadi kalimat.Dalam suatu kalimat, terdapat unsur-unsur penyusun yang membentuk kalimat tersebut. Adapun unsur-unsur penyusun yang dimaksud adalah mulai dari kata, frasa, dan klausa. Dari ketiga unsur tersebut, dalam makalah ini akan dibahas tentang frasa. Frasa adalah sebuah unsur kalimat yang terdiri dari dua atau lebih konstituen yang hanya menduduki satu fungsi. Secara spesifik akan dibahas mengenai penjenisan frasa berdasarkan distribusi konstituen serta mengenai frasa eksosentris. Dari makalah ini diharapkan bahan yang dikemukakan bisa menambah pengetahuan kita mengenai frasa.


BAB II

PEMBAHASAN

B. Isi Makalah

Dalam bab ini akan dibahas tentang pembahasan yang menyangkut frasa, yakni penjenisan frasa berdasarkan distribusi konstituen dan tentang frasa eksosentris. Adapun isi dari pembahasan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Penjenisan frasa berdasarkan distribusi konstituen

Berdasarkan distribusi konstituen dalam kalimat, frasa dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu frasa endosentris dan frasa eksosentris.

Frasa endosentris adalah frasa yang dapat mengalami distribusi atau dengan kata lain kedudukan frasa dalam fungsi tertentu dapat digantikan oleh unsurnya. Unsur frasa yang dapat menggantikan frasa itu dalam fungsi tertentu disebut Unsur Pusat (UP). Dengan kata lain, frasa endosentris adalah frasa yang memiliki unsur pusat.

Lain halnya dengan frasa eksosentris yang merupakan frasa yang tidak memiliki persamaan distribusi dengan unsurnya, frasa ini tidak memiliki unsure pusat. Jadi frasa eksosentris adalah frasa yang tidak memiliki Unsur Pusat (UP).

Berikut akan dipaparkan beberapa contoh yang dapat menjelaskan pengertian di atas.

1) Orang itu sedang memasak nasi di dapur.

Dari contoh di atas, dapat dijelaskan tentang frasa apa saja yang membangun kalimat itu. Frasa orang itu terdiri atas konstituen induk/inti yaitu orang dan kostituen penjelas yaitu itu, sehingga dalam frasa tersebut kata itu dapat dihilangkan. Begitu pula dengan frasa sedang memasak yang terdiri dari kontituen inti yaitu memasak dan sedang sebagai kontituen penjelas yang juga dapat dihilangkan. Pada kontituen nasi tidak dapat dihilangkan karena kata ikan hanya terdiri dari satu unsure yang tidak dapat diubah strukturnya. Dan terakhir pada frasa di dapur tidak dapat diubah atau mengalami distribusi karena frasa tersebut secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dilesapkan salah satunya dalam contoh kalimat di atas.

Kemudian pada contoh berikut:

2) Sejumlah mahasiswa di teras

Dari contoh di atas, frasa sejumlah mahasiswa merupakan frasa yang memiliki unsur pusat sehingga kata sejumlah yang merupakan unsur penjelas dapat dihilangkan karena kata mahasiswa dapat berdiri sendiri dalam kalimat tersebut dan masih tetap menghasilkan makna. Sedangkan pada frasa di teras tidak memiliki unsur pusat sehingga tidak dapat mengalami distribusi karena frasa tersebut harus muncul secara bersamaan untuk menghasilkan makna.

Dari kedua contoh di atas, maka dapat disimpulkan bahwa frasa yang dapat mengalami distribusi karena memiliki unsur pusat atau dengan kata lain frasa yang konstituen pusatnya dapat berdistribusi sama (paralel) dengan frasa yang dibentuknya atau frasa inti/induknya disebut frasa endosentris. Sedangkan frasa yang konstituen pusatnya tidak mampu berdistribusi dengan frasa yang dibentuknya karena tidak memiliki unsur pusat disebut frasa eksosentris.

2. Frasa Eksosentris

Frasa eksosentris adalah frasa yang tidak dapat berdistribusi karena tidak memiliki unsur pusat atau tidak dapat berdistribusi karena tidak memiliki persamaan distribusi dengan unsurnya. Selain itu, yang dimaksud dengan frasa eksosentris adalah frasa yang keseluruhannya tidak mempunyai prilaku sintaksis yang sama dengan salah satu konstituennya. Yang termasuk frasa eksosentris adalah frasa preposisional dan frasa konjungsional. Frasa preposisi adalah frasa yang ditandai dengan adanya preposisi atau kata depan sebagai penanda dan diikuti kata atau kelompok kata sebagai petanda

Contoh:

Ke rumah teman

Dari sekolah

Ketiga contoh di atas terdiri atas preposisi (penanda) dan kata atau kelompok kata (petanda). Kemudian frasa konjungsional adalah frasa yang didahului dengan konstituen konjungsional atau kata sambung dan diikuti dengan konstituen lain yang berupa kata atau kelompok kata.

Contoh:

Ketika saya mandi

Sewaktu dia tidur

Selain frasa konjungsional dan frasa preposisi, menurut Badudu frasa eksosentris juga terbagi atas frasa eksosentris obyektif dan frasa eksosentris direktif. Frasa eksosentris obyektif adalah frasa yang unsur pusatnya berupa obyek.

Contoh:

Lelaki itu memotong rambutnya.

Pada contoh di atas, frasa dalam kalimat mengandung unsur obyektif. Kemudian frasa eksosentris direktif yang sama seperti uraian dalam frasa preposisinal dan konjungsional yaitu frasa yang mengandung kata depan maupun kata panghubung.

Contoh:

Ayah pergi ke toko.

Ibu bermimpi sewaktu dia tidur.

BAB III

PENUTUP

C. Kesimpulan

Dari pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa frasa menurut distribusi konstituennya dibagi menjadi frasa endosentris dan frasa eksosentris. Frasa endosentris adalah frasa yang dapat mengalami distribusi karena konstituen intinya dapat diganti dengan konstituen yang lain dalam frasa tersebut. Sedangkan frasa eksosentris adalah frasa yang tidak dapat mengalami distribusi karena konstituen dalam frasa tersebut tidak dapat mengganti konstituen yang lain atau dengan kata lain frasa yang konstituen pusatnya tidak mampu berdistribusi sama dengan frasa yang dibentuknya.

DAFTAR PUSTAKA

Konisi Layani. 2009. SINTAKSIS BAHASA INDONESIA. Kendari: Universitas

Haluoleo.

Ramlan, M. 2001. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta: C.V. Karyono.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...